7 Contoh UMKM Yang Membutuhkan Aplikasi Pembayaran Online

March 26, 2021

(Sumber foto: Tumisu dari Pixabay)

 

Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus bertambah jumlahnya dan semakin berkembang di Indonesia. Seiring kemajuan teknologi, berbagai jenis UMKM hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur malam. 

 

Namun sayangnya, banyak di antara para pelaku UMKM yang justru dalam metode pembayarannya masih menggunakan uang tunai. Padahal metode pembayaran yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah adalah metode pembayaran non tunai atau cashless yang ternyata juga mengubah pola konsumsi dan belanja masyarakat. 

 

Untuk memudahkan pembayaran, saat ini juga banyak pihak yang membantu pembayaran online. Untuk para pegiat UMKM, simak artikel berikut ini untuk tahu contoh UMKM yang membutuhkan aplikasi pembayaran online. Bisa jadi UMKM Anda salah satunya. 

 

Tentang UMKM

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, definisi usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah pun dibedakan. 

 

Usaha Mikro 

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. 

 

Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang

 

Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. 

 

Usaha Besar

Selain usaha mikro, kecil, dan menengah juga ada bentuk usaha lain dengan skala yang lebih besar yaitu Usaha Besar. Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. 

Baca juga: 5 Manfaat Memakai Sistem Pembayaran Non Tunai 

 

7 Contoh UMKM Yang Membutuhkan Aplikasi Pembayaran Online

Walaupun definisinya berbeda-beda, namun tujuan UMKM di Indonesia adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan. 

 

1. Kuliner

Jenis UMKM yang satu ini bisa dilihat sebagai jenis UMKM yang paling cepat pertambahan jumlahnya khususnya di kota-kota besar. Berbagai macam usaha seperti usaha mikro maupun usaha kecil memilih bidang kuliner sebagai bidang yang dikembangkan. 

Variasi makanan dan minuman yang dipasarkan pun beragam. Mulai dari cemilan seperti kerupuk hingga makanan berat lauk pauk seperti soto dan gulai. Minuman yang dijual oleh para pelaku usaha di bidang kuliner beberapa di antaranya adalah jamu, jus kemasan, kopi dan teh, dan berbagai minuman rasa manis lainnya. 

UMKM bidang kuliner ini adalah contoh UMKM yang membutuhkan aplikasi pembayaran online. Alasannya adalah karena harga barang yang dijual biasanya berkisar antara 10-30 ribu rupiah. Sedangkan kecenderungan masyarakat saat ini adalah jarang memiliki uang tunai dengan nominal yang kecil. 

Jika konsumen membayar dengan uang yang nominalnya besar, penjual membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencari uang kembalian padahal antrian konsumen selanjutnya pun juga sudah mengular. Dengan aplikasi pembayaran online, akan meningkatkan kenyamanan konsumen karena pembayaran dilakukan dengan cepat dan tidak perlu mengantri lama.

 

2. Fashion

UMKM bidang fashion saat ini juga termasuk ke dalam kategori yang berkembang cukup pesat. Barang-barang fashion baik pria maupun wanita dari brand lokal sedang menjamur saat ini. Produk hijab, jaket, sepatu, dan tas yang diproduksi oleh pengrajin lokal saat ini sangat mudah ditemukan. Tentunya kualitas brand lokal ini sudah bisa disandingkan dengan brand asal luar negeri. 

Dalam berbelanja barang fashion, kebiasaan yang muncul khususnya para wanita adalah membeli dengan jumlah yang banyak. Contohnya hijab. 1 motif hijab bisa terdiri dari beberapa warna. Tak jarang para wanita membeli 1 seri hijab dengan motif sama dan warna yang yang berbeda-beda. Biasanya 1 seri hijab memiliki 3 sampai 5 variasi warna.

Barang-barang fashion ini memiliki kisaran harga Rp 100.000 – Rp 300.000 untuk selembar hijab, maka akan sangat repot jika konsumen harus membayar belanjaan 1 seri hijab yang berbagai macam warna dengan uang tunai. Jika pelaku UMKM memiliki kemudahan akses dalam menyediakan aplikasi pembayaran online, maka konsumen pun juga akan semakin nyaman saat berbelanja. 

 

3. Elektronik

Terus berinovasinya para perusahaan teknologi, membuat masyarakat juga terus menerus memiliki keinginan untuk gadget atau barang elektronik dengan tipe dan model terbaru. Peralatan elektronik rumah tangga juga saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi mutakhir yang akan memudahkan kehidupan. Nama barang seperti smart lamp atau smart remote bukan lagi menjadi suatu yang asing saat ini.

Agak aneh kelihatannya jika ketika membeli barang canggih dengan teknologi mutakhir dan penjualnya belum memiliki layanan pembayaran online. Tersedianya alat dan aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran secara online akan membuat penjual terlihat benar-benar mengikuti perkembangan zaman dan memberikan kenyamanan dalam bertransaksi kepada konsumen. 

 

4. Furniture

Perlengkapan rumah yang terbuat dari kayu, plastik,atau aluminium saat ini juga sudah menjadi pilihan para pelaku UMKM. Ada yang melakukan kegiatan produksi dan penjualannya sendiri namun ada juga yang hanya melayani penjualannya saja. Biasanya mereka bekerja sama dengan komunitas atau pengrajin perabot tertentu.

Ukuran dari furnitur ini pun bermacam-macam. Namun, barang yang kecil pun belum tentu juga harganya murah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah biaya produksi. Kebiasaan para konsumen furnitur ini juga membeli barang secara non tunai atau cashless. Oleh karena itu, para pengusaha UMKM di bidang furniture juga perlu untuk menyediakan aplikasi pembayaran online

 

5. Pertanian

Kegiatan berkebun, menanam tanaman, dan merawat bunga juga tumbuh-tumbuhan beberapa waktu belakangan ini menjadi tren di masyarakat. Mulai dari menanam tanaman yang bisa dimanfaatkan langsung menjadi bahan masakan seperti cabai, kunyit, jahe hingga tanaman dan bunga koleksi seperti tanaman janda kembang dan bunga anggrek. 

Harga tanaman ini pun beragam. Namun jika dilihat kebiasaan masyarakat saat ini adalah cenderung mengandalkan e-wallet dan kartu saja. Baik itu debit maupun kartu kredit. Jadi akan lebih mudah transaksi jika sudah tersedia aplikasi pembayaran online. 

 

6. Perikanan

Tidak jauh berbeda dengan sektor pertanian, pengusaha UMKM di bidang perikanan juga tinggi. Hasil olahan laut saat ini bisa dengan mudah didapatkan oleh konsumen berkat kehadiran UMKM juga. Selain olahan laut untuk makanan, UMKM bidang perikanan juga menarik perhatian konsumen yang memiliki hobi untuk mengoleksi berbagai jenis ikan. Karena peminatnya dari berbagai macam daerah, maka aplikasi pembayaran online tentu akan memudahkan konsumen dalam bertransaksi. 

 

7. Jasa

UMKM yang menawarkan jasa seperti servis motor/barang elektronik atau jasa akan lebih memberikan kenyamanan kepada konsumen jika tersedia layanan pembayaran secara online. Alasannya adalah karena mereka akan merasa lebih praktis dan akan mempertimbangkan UMKM jasa tersebut untuk digunakan lagi di kesempatan berikutnya. 

Tarif jasa yang biasanya dipatok oleh para pengusaha di bidang jasa juga tidak terlalu tinggi. Selain itu, akan memberikan kenyamanan juga ketika konsumen mempertimbangkan untuk memberikan tips karena nominalnya tidak akan diketahui oleh orang di sekitarnya. 

Jika Anda salah satu pengusaha UMKM dari sektor yang disebutkan di atas, mulai lakukan pertimbangan untuk menambah aplikasi pembayaran online. Dengan sistem transaksi non tunai, Anda bisa mengambil banyak manfaat, misalnya meminimalisir tindak kejahatan. Apa saja manfaat transaksi non tunai? 

 

Solusi untuk transaksi non tunai kapan saja, dimana saja. Download aplikasi pembayaran online AIQQON di Playstore, satu aplikasi untuk kembangkan usahamu. Karena yang istimewa, kalah dengan yang selalu ada

Customer Service Aiqqon
Halo, selamat datang di AIQQON. Apakah ada yang bisa saya bantu?