Hati-Hati Penipuan Online, Ini Cara Ketahui Toko Online Bodong atau Bukan!

August 27, 2021

Panggilan “Permisi, paket!” mungkin sering kamu dengar belakangan ini di rumah tetangga atau rumah sendiri, terlebih dengan diberlakukannya PPKM di tengah pandemi COVID-19 yang belum kunjung membaik. Namun, dibalik kemudahan berbelanja daring, ada baiknya juga kamu lebih berhati-hati agar terhindar dari penipuan online.

 

Penipuan online umumnya terjadi lewat toko online berbasis website, media sosial, atau ecommerce. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar tidak mudah terjebak dengan toko online palsu.

  • Waspada dengan harga yang jauh lebih murah

Banyak orang yang mudah tertarik dengan harga atau diskon produk lebih murah dari harga pasaran. Namun, hal ini menjadi sasaran empuk yang sering dimanfaatkan pelaku penipuan online

 

Cara terbaik adalah membandingkan harga pasaran begitu kamu melihat adanya barang dengan harga lebih murah. Barang yang dijual dengan harga sangat miring bisa menjadi indikasi penipuan berupa:

  • produk palsu atau KW, 
  • menaikkan harga sebelum diskon, dan 
  • barang yang sebenarnya tidak ada.

 

Menjadi curiga saat melihat barang dengan harga sangat murah merupakan keharusan bila kamu ingin selamat dari penipuan jenis ini. 

 

Toko online resmi memang bisa memasang promo harga miring, tapi lazimnya terjadi dalam waktu singkat (seperti ajang besar Harbolnas dan Idul Fitri) serta dengan stok yang terbatas.

  • Hindari toko online dengan tampilan abal-abal

Salah satu cara buat toko online yang baik adalah dengan memberikan visual yang menarik bagi orang yang berkunjung. Tentu kamu langsung sanksi bukan dengan website berformat blog dengan gambar, font, dan ejaan yang berantakan? 

 

Bila kamu menemukan toko online di internet yang memiliki tampilan mencurigakan dan tidak menggambarkan bisnis yang profesional, ada baiknya kamu langsung meninggalkannya.

 

Selain itu, website yang aman umumnya menggunakan link https:// dengan lambang gembok terkunci sebagai tanda data terlindungi dari peretas. Meski begitu, sebaiknya kamu tidak sembarangan memberikan data ke website yang baru kamu kunjungi. 

  • Pelajari rekam jejak penjual

Rekam jejak bisa menjadi acuan untuk membedakan mana yang benar-benar toko online dan yang bukan. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memeriksa rekam jejak toko online: 

    • Mengecek di internet, apakah suatu toko online pernah melakukan penipuan online. Kamu juga bisa mencari informasi terkait di akun Instagram @indonesiablacklist.
    • Lihat rating toko online. Kamu bisa mendapatkan rating dan komentar yang transparan di ecommerce seperti Tokopedia. BIla di medsos, waspadalah terhadap akun yang punya follower tinggi namun engagement terhadap pengguna (seperti komentar dan like) sangat sedikit. 
  • Periksa nomor rekening. Kamu bisa memastikan apakah nomor rekening suatu toko online terdaftar aman atau tidak lewat link https://cekrekening.id/. Selain itu, pemilik toko online yang benar tidak akan berusaha menutup-nutupi nomor rekeningnya dengan memunculkannya di profil ataupun di testimoni pelanggannya. 
  • Mengecek profil dan umur toko online

Toko online terpercaya akan menampilkan informasi bisnisnya secara detail. Selain itu, umur toko akan berbanding lurus dengan jumlah transaksi yang telah dilakukan. 

 

Berhati-hatilah dengan toko online yang masih sangat baru namun punya jumlah transaksi tinggi dan testimoni positif yang berlebihan. . 

 

Bila ingin memeriksa umur suatu website, kamu bisa masukkan link website tersebut menggunakan pengecek website seperti fitur Whois Lookup dari DomainTools. 

  • Pastikan keaslian foto produk

Salah satu cara yang tak kalah penting dalam mengendus adanya penipuan online adalah dengan memastikan keaslian dari foto produk. Sebab, pelaku bisa saja mencomot foto dari toko lain atau dari internet. 

 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mengatasi hal ini:

  • Klik kanan pada foto dan tekan “search Google for image” untuk mengetahui apakah foto tersebut berasal dari toko itu sendiri atau orang lain. 
  • Mintalah penjual memotret atau merekam produk dengan kertas bertuliskan nama kamu di atasnya.Tapi, ketahui pula bila ada penipu bermodal yang menyiapkan satu produk asli untuk menyiasati cara ini.
  • Hindari toko dengan fitur komentar yang dimatikan 

Fitur komentar yang tidak diaktifkan menjadi indikasi lainnya adanya modus penipuan online. Alasan dasarnya adalah karena pelaku menghindari korban yang telah tertipu untuk membuka kejahatan yang telah dilakukannya. 

  • Pelayanan pelanggan yang buruk dan tidak responsif

Pelaku penipuan online biasanya juga akan sulit dihubungi dan sering memutar pertanyaan pembeli. Ada pula pelaku yang tidak ramah dan malah merasa tersinggung begitu calon pembeli menanyakan detail produk yang dijualnya. 

 

Selain memberikan pelayanan yang begitu buruk, pelaku penipuan online ini juga bisa menanyakan data bersifat rahasia dengan alasan untuk melanjutkan proses transaksi. Ini sudah menjadi peringatan keras untuk tidak melanjutkan kontak dan membeli dari penjual tersebut. 

 

Kamu dapat mengecek bila nomor yang digunakan pemilik toko online pernah terlibat kasus penipuan atau tidak di internet. Tinggal masukkan nomornya dan kaitkan dengan kata kunci terkait. 

 

Dari sekian banyaknya toko online yang beredar, akan lebih aman bila kamu membeli di toko ecommerce berupa toko resmi atau memiliki reputasi yang baik. Selain itu, faktor pembayaran juga menjadi hal penting agar tercipta transaksi yang terlindungi dan nyaman, seperti saat menggunakan AIQQON. 

AIQQON adalah aplikasi pembayaran nontunai yang dapat menerima berbagai metode transaksi digital. Download aplikasi pembayaran online AIQQON di Play Store. Solusi untuk transaksi nontunai kapan saja di mana saja untuk kembangkan usahamu

Customer Service Aiqqon
Halo, selamat datang di AIQQON. Apakah ada yang bisa saya bantu?