Serba Cashless, Bagaimana Masa Depan Transaksi Tunai?

August 29, 2021

Saat ini alat pembayaran semakin berkembang dengan pesat dan transaksi pun semakin mudah dijalankan. Berbagai pembayaran nontunai muncul terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini. Kita tentunya semakin diuntungkan dengan keberadaan pembayaran cashless itu.

Bertransaksi lebih identik dengan penggunaan uang. Dalam prosesnya, nilai pertukaran barang maupun jasa yang terjadi pada penjual maupun pembeli dinominalkan dengan nilai mata uang. Seiring berkembangnya teknologi, transaksi menggunakan uang justru semakin ditinggalkan.

Sebagai gantinya, berbagai alat pembayaran cashless alias nontunai beredar dan berkembang dengan pesat. Masyarakat modern beralih dari penggunaan tunai menjadi nontunai. Tentu hal ini akan mempengaruhi lini bisnis yang ada di lingkungan masyarakat.

Seperti pada artikel kali ini kita akan mengupas tuntas mengenai transaksi tunai yang bergeser menjadi nontunai. Bagaimana masa depan dari transaksi tunai itu?

Mengenal transaksi nontunai

Apabila dirunut dari sejarah berkembangnya uang, tentu perkembangannya sangat panjang. Berawal dari sistem barter yang kemudian diganti dengan alat pembayaran berupa uang kartal. Uang ini berbentuk uang logam dan uang kertas yang sering disebut sebagai uang tunai.

Keberadaan uang tunai pastinya mendatangkan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ekonomi, keberadaan uang tunai justru dirasa kurang praktis. Apalagi bila kita hendak melakukan transaksi dalam nominal yang besar pastinya akan mengalami kesulitan dan berbagai hal lain yang perlu dipikirkan.

Sebagai contoh, membawa uang tunai dalam nominal yang banyak tentu memiliki banyak risiko. Kita pastinya rawan mengalami pencurian atau perampokan bahkan dikhawatirkan menjadi korban dari pemalsuan uang tunai. Hal tersebut pastinya sangat merugikan.

Keberadaan pembayaran nontunai dirasa sangat relevan dalam kehidupan mendatang. Munculnya transaksi cashless tersebut pastinya akan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Bahkan, kita juga akan lebih aman dan terhindar dari berbagai faktor risiko.

Tak mengherankan bila saat ini keberadaan transaksi cashless ini semakin berkembang dengan pesat. Bahkan, pemerintah juga sudah mendukung keberadaan itu melalui berbagai UMKM yang berkembang di Indonesia. Penggunaan transaksi nontunai tentu menjadikan proses transaksi lebih cepat dan mudah.

Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, keberadaan transaksi yang cashless tentunya sangat mendukung sistem pembayaran yang telah ada. Bahkan, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI menyampaikan bahwa penggunaan cashless sangat penting dan perlu didorong ke berbagai lapisan masyarakat khususnya para wirausahawan yang menjalankan bisnisnya secara online di berbagai platform.

Macam-macam transaksi nontunai

Berkembangnya transaksi cashless memunculkan berbagai aplikasi pembayaran online. Apalagi aplikasi tersebut semakin lengkap dengan berbagai macam transaksi nontunai. Lalu, apa saja macam-macam dari transaksi cashless ini?

Transaksi yang dijalankan secara nontunai memiliki banyak macamnya. Alat pembayaran cashless ini diwujudkan dalam berbagai bentuk. Sebelumnya hanya diwujudkan dalam bentuk uang elektronik melalui sistem perbankan seperti penggunaan kartu debit, kartu kredit, kartu prabayar, e-banking, mobile-banking, dan sejenisnya.

Uang elektronik berwujud kartu ini dikembangkan oleh berbagai perbankan di Indonesia. Misalnya seperti TapCash BNI, Flazz BCA, bahkan E-Money Bank Mandiri. Meski demikian, penggunaan kartu debit dan kartu kredit dari nasabah berbagai perbankan juga masih banyak yang menggunakannya.

Seiring berkembangnya teknologi, pembayaran yang cashless ini semakin maju dengan kehadiran berbagai uang digital maupun dompet digital yang canggih. Misalnya pembayaran melalui uang digital Go-Pay, OVO, Shopeepay, dan lainnya.

Berbagai dompet digital untuk menyimpan uang juga semakin banyak.  Misalnya DANA, LinkAja, atau lainnya. Kehadiran pembayaran nontunai ini tentunya semakin memudahkan kita dalam bertransaksi secara online khususnya pada platform-platform jual beli online.

Apakah aman dan terlindungi?

Menyimpan uang dalam bentuk cashless atau melalui dompet digital memang sangat praktis. Pembayaran apapun dapat terhubung dengan gampang melalui platform yang ada. Namun, apakah penyimpanan uang dalam bentuk digital ini tergolong aman dan terlindungi?

Tenang saja, perkembangan teknologi kini semakin canggih sehingga mampu melindungi seluruh data yang kita simpan secara online. Datamu akan dilindungi oleh sistem enkripsi data sehingga kuat dari pembobolan. Berbagai verifikasi data akan dilakukan bila ada pihak asing yang mencoba mengakses datamu secara tersembunyi. Keberadaan uang digitalmu pastinya semakin aman dan terlindungi.

Tetap ada dan saling melengkapi

Setelah kita mengupas tuntas mengenai keberadaan transaksi nontunai, tentu kamu akan bertanya-tanya mengenai keberadaan transaksi tunai di masa mendatang, kan? Apakah keberadaannya akan tetap ada atau justru bergeser dan benar-benar menghilang?

Jawabannya tentu akan tetap ada meskipun tidak mendominasi. Penggunaan uang cash pastinya sangat dibutuhkan oleh siapa pun. Tidak hanya masyarakat kalangan atas, kaum menengah ke bawah tentunya juga sangat memerlukan transaksi tunai. Apalagi para pedagang seperti warung rumahan, kelontong, bahkan tukang becak, tukang parkir jalanan, atau lainnya tentunya sulit menggunakan transaksi dengan sistem pembayaran nontunai.

Meski demikian, transaksi cashless akan semakin berkembang dengan pesat khususnya menggunakan aplikasi pembayaran yang modern. Seperti AIQQON yang kini semakin berkembang dan banyak diminati oleh pelaku bisnis menengah ke atas.

Customer Service Aiqqon
Halo, selamat datang di AIQQON. Apakah ada yang bisa saya bantu?