UKM dan UMKM, Apa Perbedaannya?

May 6, 2021

Saat mulai memasuki dunia usaha, ada banyak istilah-istilah baru yang mungkin sebelumnya belum begitu dipahami oleh pengusaha. Namun, seiring memulai usaha, seorang pengusaha akan mulai familiar dengan banyak hal yang terkait dengan bisnis yang digelutinya. Salah satu hal yang harus dipahami oleh seorang pebisnis pemula saat memulai usahanya adalah skala bisnis yang dibangunnya. Skala bisnis bagi pengusaha pemula pasti terkait dengan omset dan aset, hal tersebut erat pula kaitannya dengan istilah UKM dan UMKM.

Bagi Anda pemilik usaha UKM ataupun UMKM, tahukah Anda jika Anda mendigitalisasi usaha Anda, omset penjualan bisa naik drastis? Ya, di era serba mudah ini, orang-orang memang cenderung belanja online dengan aplikasi pembayaran online. Hal ini bisa mempermudah transaksi Anda dan pelanggan, serta meningkatkan rasa percaya mereka.

Di Indonesia, pemerintah amat mendorong pembangunan usaha-usaha UMKM dan UKM karena dianggap memiliki peranan penting dalam perekonomian negara. UMKM dan UKM telah membuka banyak lapangan kerja bagi masyarakat dan dianggap relatif tahan terhadap krisis ekonomi apabila dibandingkan dengan bisnis besar. Namun, apa sebenarnya makna dari UKM dan UMKM tersebut? Apakah UKM dan UMKM itu sama? Jika tidak, apa perbedaan antara keduanya? Mari kita cari tahu bersama di bawah ini.

 

Apa Itu UKM?

UKM adalah Usaha Kecil Menengah. UKM merupakan jenis bisnis yang dijalankan dengan skala kecil dan menengah dan bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan mana pun. Jadi secara tidak langsung pengertian UKM adalah usaha kecil yang memiliki pemasukan lebih dari 300 juta dengan jumlah pekerja di bawah 20 orang. Sedangkan usaha menengah dengan pemasukan lebih dari 500 juta dengan jumlah karyawan hingga 99 orang. Penggunaan istilah UKM lebih sering ditekankan dan fokus pada usaha kecil. Istilah UKM pertama kali mulai muncul pada tahun 1993, namun pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 dan membagi UKM menjadi dua yaitu UKM dan UMKM.

 

Apa Itu UMKM?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UMKM dapat digolongkan sebagai bisnis yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan usaha ukuran kecil. Penggunaan istilah UMKM memang sekarang lebih sering digunakan, karena dianggap sudah dapat merujuk kepada usaha mikro yang sedang merintis hingga usaha menengah yang cukup besar. Namun, mayoritas penggunaan istilah UMKM memang lebih menjurus kepada usaha mikro. Yang disebut dengan usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak 50 juta dan hasil penjualan tahunan paling banyak 300 juta. 

 

Baik UKM dan UMKM keduanya memiliki modal yang berasal dari pendanaan pribadi atau sering disebut dengan bootstrapping. Namun pada perkembangannya, UKM memiliki perputaran ekonomi yang cukup pesat dibandingkan dengan UMKM. Sehingga ketika sebuah UMKM telah berkembang, ia bisa menjadi UKM dan membuka permodalan tidak hanya melalui pendanaan mandiri atau bootstrapping tetapi juga melalui investor.

 

Perbedaan UKM dan UMKM

Untuk lebih detailnya sebenarnya perbedaan antara UKM dan UMKM tidak lagi antara kedua istilah tersebut, tetapi lebih merujuk pada tiap unit usahanya, yaitu unit usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Maka dari itu dibawah ini akan lebih jauh dijelaskan mengenai perbedaan antara ketiga unit usaha tersebut dalam beberapa aspek dasar:

 

1. Omset 

Seperti yang sempat disebutkan diatas, perbedaan omset antara usaha mikro, kecil dan menengah mengacu pada peraturan yang berdasar pada UU Nomor 20 Tahun 2008. Usaha mikro memiliki hasil penjualan tahunan atau omzet paling banyak sebesar Rp 300 juta. Sedangkan usaha kecil memiliki omset tahunan lebih dari Rp 300 juta, sampai dengan paling banyak Rp 2,5 miliar. Lalu, usaha menengah memiliki omset tahunan lebih dari Rp 2,5 miliar, sampai dengan paling banyak Rp 50 miliar.

 

2. Kekayaan Bersih Usaha

Selanjutnya, jika dibandingkan berdasarkan rentang kekayaan bersih usahanya, usaha mikro memiliki kekayaan bersih usaha sebanyak Rp 50 juta. Sedangkan pendapatan bersih usaha kecil berkisar lebih dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta. Lalu, kekayaan bersih usaha menengah berkisar antara Rp 500 juta sampai dengan Rp10 miliar. Semua kekayaan bersih dari ketiga unit usaha ini tidak termasuk dengan tanah dan bangunan tempat usaha.

 

3. Jumlah Karyawan

Lalu jika dibandingkan berdasarkan jumlah karyawannya, usaha mikro biasanya memiliki jumlah karyawan sekitar 1-5 tenaga kerja. Usaha kecil biasanya mempekerjakan karyawan sebanyak 6 hingga 20 orang. Sedangkan usaha menengah mampu mempekerjakan karyawan diatas 20 orang hingga sekitar 99 orang. Jumlah karyawan biasanya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan dan skala perusahaan.

 

4. Pembinaan Usaha

Pemerintah sangat mendukung perkembangan pertumbuhan usaha yang dibangun oleh masyarakat. Karena itulah pemerintah tidak hanya menggelontorkan dana untuk membantu permodalan usaha, namun juga melakukan pembinaan usaha kepada para pelaku unit usaha mikro, kecil dan menengah tersebut. Namun yang memegang tanggung jawab pembinaan usaha terhadap unit-unit usaha tersebut berbeda. Menurut UU Nomor 23 tahun 2014, usaha skala mikro dibina oleh kabupaten dan kota, usaha kecil dibina oleh provinsi, sedangkan usaha menengah dibina berskala nasional.

 

Itulah beberapa perbedaan antara unit usaha mikro, kecil dan menengah. Meski awalnya dibagi menjadi UKM dan UMKM, namun sekarang istilah UMKM lah yang cenderung menjadi lebih sering digunakan, karena dianggap telah mencakup ketiga jenis unit usaha tersebut. 

Download aplikasi pembayaran online AIQQON di Play Store, satu aplikasi untuk kembangkan usahamu. Karena yang istimewa, kalah dengan yang selalu ada. Dengan AIQQON, jualan semakin mudah!

 

Sumber:

Tirto

Kompasiana

Pajak

Kompas

Sumber foto: Pixabay

Customer Service Aiqqon
Halo, selamat datang di AIQQON. Apakah ada yang bisa saya bantu?